Seniman Bela Diri Terbaik Sepanjang Masa

Seniman bela diri terbaik dalam sejarah bukan hanya mereka yang paling terkenal, sukses, dan tangguh yang pernah bersaing. Mereka juga dinilai dari seberapa banyak orang yang mereka pengaruhi, keterampilan dan pengetahuan mereka, serta bakat-bakat lain dan pemikiran inovatif mereka. Sulit untuk memilih daftar ini karena mereka adalah yang terbaik pada disiplin ilmu mereka.

 

  1. Masahiko Kimura

Masahiko Kimura berhasil mengalahkan Helio Gracie pada pertandingan judo/ Jiutjitsu dengan submission di Brasil pada tahun 1951. Kimura menang dengan menggunakan gerakan yang mematahkan lengan lawannya. Gerakan reverse ude-garami(kunci bahu) ini nantinya dikenal dengan sebutan gerakan “Kimura”.

Kimura adalah seorang seniman bela diri yang luar biasa, ia dipromosikan menjadi yondan pada usia 15 tahun, setelah hanya enam tahun berlatih. Selang beberapa tahun, tepatnya pada tahun 1935, ia sudah terpilih menjadi godan atau sabuk hitam tingkat lima setelah mengalahkan delapan lawannya di Kodokan Dojo. Pada usia 20 ia akhirnya membuktikan diri menjadi Juara Judo Kelas Terbuka Seluruh Jepang dan berhasil mempertahankannya selama 13 tahun.

Kimura dikenal memiliki jadwal latihan yang intens, ia bisa berlatih selama 9 jam berlatih setiap harinya yang terdiri dari 1.000 push-up dan lainnya. Keberhasilannya di luar negeri menjadikan seni bela diri Jepang mulai dikenal di dunia.

 

  1. Jigoro Kano

Jigoro Kano dikenal sebagai bapak penemu Judo, ia merupakan ahli jiujitsu yang fokus pada gerakan lemparan. Ia berhasil menggabungkan gaya jiujitsu dengan lemparan yang akhirnya dikenal dengan “Judo”. Gaya judo Kodokan-nya masih ada dan terus berkembang sampai saat ini.

Untuk membantu judo masuk ke sekolah-sekolah Jepang, ia menghapus beberapa gerakan yang berbahaya. Akhirnya, pada 1911 usahanya mendapat apresiasi dari pemerintah Jepang, dan mereka mulai memasukkan Judo sebagai bagian dari sistem pendidikan Jepang. Pada tahun 1961 Judo sudah menjadi bagian dari pergelaran Olimpiade.

 

 

  1. Helio Gracie

Helio Gracie adalah seorang pemuda yang sakit-sakitan, kurang kuat dan atletis daripada saudara-saudaranya. Mereka diajarkan Kodokan Judo oleh Mitsuyo Maeda. Karena badannya yang kurang atletis, Gracie mulai mencoba memodifikasi seni bela diri itu, sehingga menghasilkan Brazilian Jiujitsu.

Gracie berhasil memenangkan beberapa pertandingan dengan dan tanpa aturan selama masa hidupnya. Ia benar-benar menjadi sangat berpengaruh setelah berhasil bertahan melawan juara judo Masahiko Kimura dalam suatu pertarungan. Kemudian, gayanya diturunkan kepada anaknya Royce Gracie, yang berhasil memenangkan tiga dari empat turnamen UFC yang ia ikuti. Kemenangannya tersebut sekaligus menjadi buktikan kehebatan seni bela diri itu.

Gracie meninggal dengan pencapaian memperoleh sabuk merah tingkat ke 10 pada Brazilian Jiujitsu, yang merupakan tingkat tertinggi dalam seni bela diri tersebut dan tidak dimiliki siapapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *