Seni Bela Diri Terbaik Untuk Bertahan Hidup

Banyak alasan mengapa seseorang memutuskan untuk berlatih seni bela diri. Salah satu alasan utama dan paling banyak ditemui adalah agar mereka dapat mempelajari gerakan yang dapat melindungi mereka dari bahaya dan bisa menyelamatkan hidupnya suatu saat nanti.

Jika anda tertarik untuk mengambil kelas seni bela diri, sangat penting bagi anda untuk memahami bahwa mereka tidaklah sama. Dengan kata lain, beberapa disiplin seni bela diri bisa lebih efektif dari seni bela diri lainnya. Kali ini kami akan mencoba untuk membagikan daftar bela diri paling efektif untuk pertahanan diri.

 

1.Muay Thai

Seni bela diri ini merupakan olahraga nasional Thailand yang terkenal. Muay Thai adalah seni bela diri yang kejam dan dapat bekerja secara efektif untuk pertahanan diri. Biasanya seni bela diri ini banyak menggunakan lutut, siku, tulang kering , dan tangan untuk memberikan serangan dan menghancurkan tulang. Singkatnya, Muay Thai menggunakan bagian tubuh kita sendiri sebagai senjata.

Muncul pertama kali di Siem, Thailand pada abad ke 14 dengan julukan “The Art of Eight Limbs” karena berfokus pada delapan titik kontak, sebagai lawan dari tinju yang hanya dua kontak dan kickboxing yang mempunyai empat kontak.

Dalam hal membela diri, seni bela diri ini menekankan pada cara melukai dan menyerang lawan dengan cepat untuk memberi ruang yang cukup untuk berlari. Gerakan Muay Thai tidak hanya menggunakan tinju dan tendangan, mereka juga menggunakan siku dan lutut untuk menghancurkan lawan.

 

  1. Aikido

Seni bela diri ini mungkin kurang populer dibandingkan dengan seni bela diri lainnya. Namun, Aikido dianggap sebagai salah satu seni bela diri yang paling efektif untuk pertahanan diri dan bertahan hidup.

Aikido merupakan seni bela diri Jepang modern yang diciptakan oleh Morihei Ueshiba. Bela diri ini tidak berfokus pada meninju atau menendang lawan. Mereka lebih mengedepankan teknik untuk menggunakan agresivitas dan energi lawan untuk mendapatkan kendali atas lawan dan menjatuhkannya.

 

  1. Krav Maga

Berada dalam daerah konflik terus menerus, menjadi salah satu alasan seni bela diri ini menjadi yang terbaik. Krav Maga merupakan seni bela diri resmi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang dijuluki sebagai “Seni Bertahan Hidup”. Seni bela diri ini dirancang oleh Imi Lichtenfeld agar sederhana dan mudah di lakukan. Oleh karena itu, banyak gerakannya yang didasari oleh refleks sehingga mudah untuk dipelajari dan menggunakannya saat menghadapi serangan. Siapapun dapat mempelajari seni bela diri ini terlepas dari ukuranm kekuatan, dan tingkat kebugaran.

Krav maga dapat berarti “Kontak Tempur” berhasil menggabungkan berbagai gaya seni bela diri lainnya, seperti pukulan dari Wester Boxing, tendangan dari Karate, pertempuran lantai dari Brazilian Jiujitsu, dan beberapa gerakan dari Wing Chun.

Krav maga begitu efektif karena penekanan latihan mereka adalah pada keadaan realistis dimana tujuan utamanya untuk menetralkan penyerang secepat mungkin. Dalam seni bela diri ini, tidak ada aturan atau rutinitas yang perlu dilakukan seperti bela diri lain, Krav Maga juga mendorong anda untuk melakukan pertahanan dan serangan dalam waktu yang sama untuk melindungi diri dan bertahan hidup.

Seniman Bela Diri Terbaik Sepanjang Masa

Seniman bela diri terbaik dalam sejarah bukan hanya mereka yang paling terkenal, sukses, dan tangguh yang pernah bersaing. Mereka juga dinilai dari seberapa banyak orang yang mereka pengaruhi, keterampilan dan pengetahuan mereka, serta bakat-bakat lain dan pemikiran inovatif mereka. Sulit untuk memilih daftar ini karena mereka adalah yang terbaik pada disiplin ilmu mereka.

 

  1. Masahiko Kimura

Masahiko Kimura berhasil mengalahkan Helio Gracie pada pertandingan judo/ Jiutjitsu dengan submission di Brasil pada tahun 1951. Kimura menang dengan menggunakan gerakan yang mematahkan lengan lawannya. Gerakan reverse ude-garami(kunci bahu) ini nantinya dikenal dengan sebutan gerakan “Kimura”.

Kimura adalah seorang seniman bela diri yang luar biasa, ia dipromosikan menjadi yondan pada usia 15 tahun, setelah hanya enam tahun berlatih. Selang beberapa tahun, tepatnya pada tahun 1935, ia sudah terpilih menjadi godan atau sabuk hitam tingkat lima setelah mengalahkan delapan lawannya di Kodokan Dojo. Pada usia 20 ia akhirnya membuktikan diri menjadi Juara Judo Kelas Terbuka Seluruh Jepang dan berhasil mempertahankannya selama 13 tahun.

Kimura dikenal memiliki jadwal latihan yang intens, ia bisa berlatih selama 9 jam berlatih setiap harinya yang terdiri dari 1.000 push-up dan lainnya. Keberhasilannya di luar negeri menjadikan seni bela diri Jepang mulai dikenal di dunia.

 

  1. Jigoro Kano

Jigoro Kano dikenal sebagai bapak penemu Judo, ia merupakan ahli jiujitsu yang fokus pada gerakan lemparan. Ia berhasil menggabungkan gaya jiujitsu dengan lemparan yang akhirnya dikenal dengan “Judo”. Gaya judo Kodokan-nya masih ada dan terus berkembang sampai saat ini.

Untuk membantu judo masuk ke sekolah-sekolah Jepang, ia menghapus beberapa gerakan yang berbahaya. Akhirnya, pada 1911 usahanya mendapat apresiasi dari pemerintah Jepang, dan mereka mulai memasukkan Judo sebagai bagian dari sistem pendidikan Jepang. Pada tahun 1961 Judo sudah menjadi bagian dari pergelaran Olimpiade.

 

 

  1. Helio Gracie

Helio Gracie adalah seorang pemuda yang sakit-sakitan, kurang kuat dan atletis daripada saudara-saudaranya. Mereka diajarkan Kodokan Judo oleh Mitsuyo Maeda. Karena badannya yang kurang atletis, Gracie mulai mencoba memodifikasi seni bela diri itu, sehingga menghasilkan Brazilian Jiujitsu.

Gracie berhasil memenangkan beberapa pertandingan dengan dan tanpa aturan selama masa hidupnya. Ia benar-benar menjadi sangat berpengaruh setelah berhasil bertahan melawan juara judo Masahiko Kimura dalam suatu pertarungan. Kemudian, gayanya diturunkan kepada anaknya Royce Gracie, yang berhasil memenangkan tiga dari empat turnamen UFC yang ia ikuti. Kemenangannya tersebut sekaligus menjadi buktikan kehebatan seni bela diri itu.

Gracie meninggal dengan pencapaian memperoleh sabuk merah tingkat ke 10 pada Brazilian Jiujitsu, yang merupakan tingkat tertinggi dalam seni bela diri tersebut dan tidak dimiliki siapapun.

Seni Bela Diri Populer Yang Ada Di Dunia

Dari awal kemunculan mereka ratusan tahun lalu hingga diangkat ke layar lebar pada tahun 1970 dan saat ini merekalah yang mendominasi panggung UFC, jelas bahwa seni bela diri akan tetap populer sampai kapanpun. Sebagian memang di gunakan untuk pertahanan diri yang mencakup kekuatan mental, seni bela diri telah dipraktikkan oleh banyak orang di dunia. Meskipun seni bela diri sebagian besar berasal dari Asia, tapi mereka sangat populer di belahan bumi lain. Inilah daftar seni bela diri paling populer menurut kami.

  1. Ninjutsu

Seni bela diri ini menjadi sangat populer di Amerika Serikat berkat kemunculannya di film Teenage Mutant Ninja Turtles, asal dari seni bela diri Jepang ini adalah dari pejuang dan pembunuh gerilya. Mungkin ninja akan dianggap sebagai kriminal pada hari ini, ninja menggunakan seni bersembunyi untuk mengangetkan lawan dan mengalahkannya. Ninjutsu lahir di zaman feodal jepang dan dikembangkan untuk membunuh target tertentu. Selain gerakkan tangan dan kaki, bela diri ini juga menggunakan senjata seperti melempar bintang, tongkat, tombak, pedang, dan bahan peledak.

  1. Taekwondo

Taekwondo dapat diartikan sebagai “jalan pukulan dan tendangan”, taekwondo mulai berkembang ketika Perang Dunia II berakhir, tepatnya ketika Jepang mulai mengakhiri pendudukannya atas Korea. Seni bela diri ini terkenal karena tendangannya, anda pasti sering melihat ketika seorang atlit taekwondo mematahkan papan dengan tendangan berputarnya. Dalam acara Olimpiade, bela diri ini merupakan seni bela diri paling populer di dunia, dengan lebih dari 100 negara dan 30 juta pengikut, tiga juta diantaranya merupakan sabuk hitam.

  1. Kung Fu

Kungfu merupakan salah satu seni bela diri tertua yang berasal dari Tiongkok yang berarti pencapaian yang diperoleh melalui kerja keras dan panjang, Seni bela diri ini mulai dikenalkan pada tahun 2.698 SM ketika Kaisar Kuning Cina Huangdi naik tahkta. Puluhan ribu jenis kungfu berkembang setelah itu, seni ini secara tradisional diajarkan oleh para biksu Shaolin, dengan menekankan moraltas dan filsafat sebagai nilai dari bela diri ini. Para pengikut kung fu diajarkan untuk memiliki kerendahan hati, rasa hormat, kepercayaan, dan kesabaran yang tinggi.

  1. Brazilian Jiut-Jitsu

Bapak pendiri Brazilian Jiu-Jitsu adalah orang Jepang bernama Mitsuyo Maeda, seorang petarung yang telah memenangkan lebih dari 2.000 pertarungan dan dianggap sebagai orang paling tangguh yang pernah ada, ia tiba di Brasil pada tahun 1914 dan mulai memperkenalkan seni bela diri ini. Disana ia bertemu dengan keluarga Gracie yang merupakan salah satu keluarga pencinta olahraga dengan banyaknya keturunannya pada UFC dan sekolah-sekolah bela diri mereka membuat seni bela diri ini cepat populer. Seperti jiu-jitsu dan judo tradisional, seni bela diri ini menekankan pada lemparan dan permainan lantai. Saat ini, brazilian jiu-jitsu dianggap sebagai modal utama para petarung bela diri campuran.